Calon Manejer

Membahas Materi tentang Ekonomi Dan Bisnis

Breaking

Thursday, 14 March 2019

March 14, 2019

Pengertian Secara Lengkap Laporan Keuangan dan Bagian bagiannya


Pengertian Laporan Keuangan


Pengertian Laporan Keuangan dan Bagian bagiannya

Laporan Keuangan adalah gambaran atau laporan mengenai kondisi keuangan (neraca, laba rugi, arus kas) suatu perusahaan yang disajikan dalam periode tertentu.
                                            
Bagi perusahaan, penyajian laporan keuangan secara khusus merupakan salah satu tanggung jawab manajer keuangan. Hal ini sesuai fungsi keuangan yaitu:
1.    Merencanakan
2.   Mancari
3.   Memanfaatkan dana dana perusahaan
4.   Memaksimalkan nilai nilai perusahaan


Dengan Kata lain, Tugas seorang manajer keuangan adalah mencari dana  dari berbagai sumber  dan membuat keputusan tentang sumber dana yang harus dipilih. Disamping itu, seorang manajer keuangan juga harus mampu mengalokasikan atau menggunakan dana secara tepat dan benar.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah pencapaian tugas manajer keuangan dalam hal memaksimalkan nilai perusahaan. Tercapai tidaknya tujuan ini dapat dilihat dan diukur dari harga saham perusaaan yang bersangkutan.

Dalam hal laporan keuangan, sudah merupakan kewajiban setiap perusahaan untuk membuat dan melaporkan keuangan perusahaannya pada suatu periode tertentu. Hal ini dilaporkan kemudian dianalisis sehingga diketahui kondisi dan posisi perusahaan terkini. Kemudian laporan keuangan akan menentukan langkah yang harus dilakukan perusahaan sekarang dan ke depan, dengan malihat berbagai persoalan yang ada baik kelemahan maupun kekuatan yang dimilikinya.

Laporan keuangan menggambarkan pos pos keuangan perusahaan yang  diperoleh dalam suatu periode. Dalam praktiknya dikenal beberapa macam laporan keuangan seperti:
1.    Neraca
2.   Laporan laba rugi
3.   Laporan perubahan modal
4.   Laporan catatan atas laporan keuangan
5.   Laporan kas

·        Neraca merupakan laporan yang menunjukan jumlah aktiva (harta), kewajiban (utang), dan modal perusahaan (ekuitas) perusahaan pada saat tertentu.

Secara  lengkap informasi yang  disajikan dineraca antara lain:
1.    Jenis jenis aktiva atau harta (assets) yang dimiliki
2.   Jumlah rupiah masing masing  jenis aktiva
3.   Jenis jenis kewajiban atau utang (liability)
4.   Jumlah rupiah masing masing kewajiban
5.   Jenis jenis modal (aquity)
6.   Jumlah rupiah masing masing jenis modal

·        Kemudian dalam laba rugi menunjukan kondisi usaha  dalam suatu period tertentu. Artinya laba rugi harus dibuat dalam suatu siklus operasi atau periode tertentu guna mengetahui jumlah perolehan pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan sehingga dapat diketahui apakah perusahaan dalam keadaan laba atau rugi.

Adapun informasi yang disajikan  perusahaan dalam laba rugi meliputi:
1.    Jenis jenis pendapatan yang diperoleh dalam suatu periode
2.   Jumlah rupiah  dari masing masing jenis pendapatan
3.   Jumlah keseluruhan pendapatan
4.   Jenis jenis biaya atau beban dalam suatu periode
5.   Jumlah rupiah masing masing biaya atau beban yang dikeluarkan
6.   Jumlah keseluruhan biaya yang dikeluarkan
7.   Hasil usaha yang diperoleh  dengan mangurangi jumlah pendapatan dan biaya (laba rugi)

·        Laporan perubahan modal
Menggambarkan jumlah modal yang dimiliki perusahaan saat ini. Informasi yang diberikan dalam laporan perubahan modal meliputi:
1.    Jenis jenis dan jumlah modal yang ada saat ini
2.   Jumlah rupiah tiap jenis modal
3.   Jumlah rupiah modal yang berubah
4.   Sebab sebab berubahnya modal
5.   Jumlah rupiah modal sesudah perubahan.

·        Laporan catatan atas laporan keuangan
Merupakan laporan yang dibuat berkaitan dengan laporan keuangan yang disajikan. Laporan ini memberikan informasi tentang penjelasan yang diangggap perlu atas laporan keuangan yang ada sehingga menjadi jelas sebab penyebabnya.

Tujuannya adalah agar pengguna laporan keuangan dapat memahami jelas data yang disajikan.

·        Laporan arus kas
Laporan yang menunjukan arus kas masuk dan arus kas keluar di perusahaan. Arus kas masuk berupa pendapatan atau pinjaman dari pihak lain, sedangkan arus kas keluar merupakan biaya biaya yang dikeluarkan perusahaan.

Sumber: Buku “Analisis laporan keuangan” (Kasmir, SE.,MM) (2012)

Wednesday, 13 March 2019

March 13, 2019

Ruang Lingkup Studi Kelayakan Bisnis "SKB" (Pengertian, Ilmu Penunjang SKB, Tujuan SKB, Metode Mempelajari SKB, Tahapan SKB dan Aspek Aspek dalam SKB)


RUANG LINGKUP STUDI KELAYAKAN BISNIS

1.   Pengertian
Studi kelayakan juga sering disebut dengan feasibility study yang merupakan bahan pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima suatu gagasan usaha atau proyek yang direncanakan atau menolaknya.

Pengertian layak dalam penilaian sebagai studi kelayakan maksudnya adalah kemungkinan dari gagasan usaha atau proyek yang akan dilaksanakan memberikan manfaat (benefit), baik dalam arti financial benefit maupun dalam arti social benefit. Layaknya suatu gagasan usaha atau proyek dalam arti social benefit, tidak selalu menggambarkan layak dalam arti financial benefit dan begitu pula sebaliknya, hal ini tergantung dari segi penilaian yang dilakukan.

2.   Ilmu Penunjang Studi Kelayakan Bisnis
Pertimbangan yang menunjukan  pentingnya studi kelayakan Bisnis terlihat dari semakin luas cakupannya dari studi ini seperti:
·   Studi tentang pasar, tidak dapat dilakukan dengan baik tanpa dukungan ilmu manajemen pemasaran
·      Studi finansial, harus didasarkan pada pemahaman terhadap manajemen Keuangan dan ilmu akuntasi yang baik.
·  Studi teknis dan manajemen perlu ada dukungan pengetahuan dasar mengenai manajemen operasi.
·     Teori struktur organisasi dan personalia serta konsep konsep lain yang diperlukan untuk menyempurnakan hasil studi.
·   Studi kelayakan juga mempunyai keterkaitan dengan pemerintah dan masyarakat. Pemerintah perlu melakukan studi kelayakan bisnis terutama untuk melihat dampak dari adanya usaha tersebut bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berhubungan dengan penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan penerimaan pajak tambah nilai dari produk yang dihasilkan dari usaha tersebut ataupun pajak penghasilan.

3.   Tujuan Studi Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan bisnis memilki  tujuan penting untuk pihak pihak tertentu. Adaputujuan hukum bisnis adalah :
·         Bagi pihak investor
Studi kelayakan bisnis ditujukan untuk melakukan penilaian dari kelayakan usaha atau proyek atau proyek untuk menjadi masukan yang berguna karena sudah mengkaji berbagai  aspek seperti aspek pasar, aspek teknis dan operasi, aspek organisasi dan manajemen, aspek lingkungan dan aspek finansia secara komprehsif dan setail sehingga dapat dijadikan dasar bagi investor untuk membuat keputusan investasi secara lebih objektif.
·         Bagi Analisis
Studi kelayakan bisnis adalah suatu alat yang berguna yang dapat dipakai sebagai penunjang  kelancaran tugas tugasnya dalam melakukan penilaian suatu usaha baru, pemgemabangan usaha atau menilai kembali usaha yang sudah ada.
·         Bagi Masyarakat
Hasil studi kelayakan bisnis merupakan suatu peluang untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat  baik yang terlibat langsung maupun yang mucul diakibat  adanya nilai tambah sebagai akibat dari adanya usaha atau proyek tersebut
·         Bagi Pemerintah
Sudut pandang Mikro: dari sudut pandang mikro hasil studi kelayakan ini bagi pemerintah terutama untuk tujuan pengembangan sumber daya baik dalam pemanfaatan sumber sumber alam maupun sumber daya manusia, berupa penyerapan tenaga kerja.
Selain itu adanya usaha baru atau berkembangnya usaha lama sebagai hasil studi kelayakan bisnis yang dilakukan individu atau badan usaha terntunya akan menambah pemasukan pemerintah baik dari pajak pertambahan nilai (PPN) maupun dari pajak penghasilan (PPH) dan retribusi berupa perizinan, biaya pendaftaran dan administrasi, dan lainnya yang layak diterima sasuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sudut pandang makro: secara makro pemerintah dapat berharap dari keberhasilan studi kelayakan bisnis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah ataupun nasional sehingga tercapai pertumbuhan PDRB dan kenaikan income perkapita.
4.   Syarat Melakukan Studi Kelayakan Bisnis
Dalam melakukan studi kelayakan bisnis ada beberapa persyaratan yang harus dilakukan agar menghasilkan studi yang objektif dan dipercaya yaitu:
Ø  Studi harus dilakukan dengan teliti dan penuh kehati-hatian.
Ø  Studi harus dilakukan dengan dukungan data yang lengkap.
Ø  Studi harus dilakukan dengan kejujuran dan ketulusan hati.
Ø  Studi yang dilakukan harus objektif
Ø  Studi harus dilakukan dengan adil, tidak memihak kepentingan tertentu.
Ø  Studi harus dapat diuji ulang jika diperlukan untuk menguji kebenaran hasil studi.

5.   Metode Mempelajari Studi Kelayakan Bisnis
Setiap orang yang ingin mendapatkan manfaat dari studi kelayakan bisnis sekurang-kurangnya harus melalui beberapa tahapan berikut.
·         Membaca Konsep Dengan Benar
Cara pembaca  diharuskan membaca seluruh konsep secara cepat kemudian dibaca sekali lagi dengan mulai membuat catatan catatan penting.
·         Mempraktekan Konsep
Tahap ini pembaca diharuskan memulai untuk mempraktekan bagian penting dari konsep yang sudah dipelajari dan bertahap dari awal sampai akhir.
·         Penambahan Wawasan
Tahap ini diperlukan bagi pembaca untuk memperluas wawasanya mengenai konsep ini dengan cara banyak membaca, mengikuti seminar atau lokakarya, berdiskusi dengan pakar, atau meninjau proyek proyek yang baru di dirikan.
6.   Tahapan Studi Studi Kelayakan Bisnis
Guna mendapatkan hasil yang lebih baik dan dapat menuntun pelaksanaan studi dengan baik maka ada baiknya bagi setiap pembaca untuk mempelajari tahapan tahapan kegiatan agar memudahkan memahami pelaksaan studi kelayakan bisnis.

·         Penemuan Ide
Tahap ini para pembaca atau orang yang berminat mempelajari studi kelayakan bisnis diharuskan untuk melakukan kegiatan untuk menemukan satu ide/gagasan usaha yang menurut pertimbangannya dapat merupakan ide yang dapat diwujudkan. Ide ide tersebut biasanya timbul melalui membaca,melalui survey dan melalui pengalaman kerja.
·         Mempertimbangkan Alternatif Usaha
Idea tau gagasan yang telah ditemukan dan menurut pertimbangan layak untuk diwujudkan maka tahap berikutnya adalah melakukan studi kemungkinan pemilihan bentuk usaha yang tepat untuk ide/gagasan tersebut.
Pilihan itu antara lain usaha menghasilkan barang  (usaha industry), usaha peningkatan dari usaha yang memang sudah ada sebelum atau usaha perdagangan. Pertimbangannya haruslah dilakukan secara objektif setelah dilakukan pengumpulan data.
Artinya keputusan yang dibuat memang sudah diperhitungkan dengan dukungan data yang cukup dan benar dengan cara membandingkan dari masing masing alternative ditijau dari:
o   segi modal,
o   tenaga kerja,
o   pengalaman, kemudahan,
o   teknologi,
o   bahan baku,
o   kemungkinan produk/jasa,
o   teknik pembuatan produk dan jasa
o   mudah untuk dipasarkan
o   tidak bertentangan dengan peraturan pemerintah.

·         Tahapan Analisis data
Pelaku studi pada tahap ini melakukan analisis dari keputusan yang dibuat pada tahap ke II, dengan cara lebih detail dan cermat. Analisis ini dapat dimulai dari:
a.      Analisis pasar dalam usaha menentukan besarnya penerimaan dan biaya yang dibutuhkan untuk memasarkan produk atau jasa yang sudah direncanakan.
b.     Analisis teknik dan manajemen ditujukan untuk menentukan mesin dan peralatan, bahan baku, SDM, prosedur produksi, dan sebagainya.
c.      Analisis lingkungan, untuk memastikan dampak apa yang terjadi jika produksi atau usaha jasa yang sudah direncanakan itu terlaksana, baik mengenai dampak positif maupun negative terhadap lingkungan usaha yang direncanakan ini.
d.     Analisis financial yaitu analisis terakhir yang dilaksanakan dalam studi kelayakan bisnis dan sekaligus sebagai focus dari keseluruhan kegiatan mulai dari tahap I sampai dengan tahap III, karena jika data atau informasi yang diberikan sebagai hasil analisis pada tahap ini kurang dapat dipercaya atau kurang lengkap maka hasil yang akan dicapai pada tahap ini juga tidak akan optimal.



7). Aspek-Aspek Studi Kelayakan Bisnis
Ada beberapa hal yang perlu dibahas mengenai aspek yang berkaitan dengan Studi kelayakan bisnis, terkait keputusan layak atau tidaknya dijalankan suatu bisnis tersebut. Aspek yang berkaitan selanjutnya dinilai, diukur dan diteliti sesuai dengan standar yang ditentukan serta peraturan yang disepakati serta disahkan. Hal mendalam perlu dilakukan pada beberapa aspek kelayakan bisnis yaitu :
a)   Aspek Hukum
Aspek hukum menganalisis kemampuan pelaku bisnis dalam memenuhi ketentuan hukum dan perizinan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis di wilayah tertentu. Dengan menganalisis aspek hukum, kita dapat menganalisis kelayakan legalitas usaha yang dijalankan, ketepatan bentuk badan hukum dengan ide bisnis yang akan dilaksanakan, dan kemampuan bisnis yang akan diusulkan dalam memnuhi persyaratan perizinan.
b)   Aspek Lingkungan
Aspek lingkungan menganalisis kesesuaian lingkungan sekitar (baik lingkungan operasional, lingkungan dekat, dan lingkungan jauh) dengan ide bisnis yang akan dijalankan. Dalam aspek ini dampak bisnis bagi lingkungan juga dianalisis. Suatu ide bisnis dinyatakan layak berdasarkan aspek lingkungan jika kondisi lingkungan sesuai dengan kebutuhan ide bisnis dan ide bisnis tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih besar dibandingkan dampak negatifnya.

c)   Aspek Pasar dan Pemasaran
Pasar dan pemasaran merupakan dua sisi yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya. Pasar dan pemasaran memiliki tingkat ketergantungan dan saling mempengaruhi satu sama lainnya. Dengan kata lain, setiap ada kegiatan pasar selalu diikuti
 oleh pemasaran dan setiap kegiatan pemasaran adalah untuk mencari atau menciptakan pasar dan hal ini juga memberikan manfaat untuk memudahkan dalam
transaksi.

Aspek pasar menganalisis potensi pasar, intensitas persaingan, market share yang dapat dicapai, serta menganalisis strategi pemasaran yang dapat digunakan untuk mencapai market share yang diharapkan. Dengan analisis ini, potensi ide bisnis dapat tersalurkan dan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar.

d)   Aspek Teknis dan Teknologi
Aspek teknis menganalisis kesiapan teknis dan ketersediaan teknologi yang dibutuhkan untuk menjalankan bisnis. Analisis aspek teknis dan teknologi menjadi sebuah keharusan untuk menghindari adanya kegagalan bisnis pada masa yang akan datang, sebagai akibat karena adanya masala teknis.


















DAFTAR PUSTAKA
Sofyan.Iban.2003. Studi Kelayakan Bisnis, Yogyakarta: Graha Ilmu
Sugianto.La Ode Dkk.2017.Studi Kelayakan Bisnis,Ponorogo: Unmuh Ponorogo
Kasmir,Jakfar.200.Studi Kelayakan bisnis, Jakarta: Karisma putra Utama

Tuesday, 12 March 2019

March 12, 2019

Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Menciptakan Usaha Bisnis (perusahaan) bagi pemilik usaha, masyarakat dan pemerintah


Latar Belakang, Tujuan dan Manfaat Menciptakan Usaha Bisnis (perusahaan) bagi pemilik usaha, masyarakat dan pemerintah
Suatu kegiatan usaha (bisnis) yang dijalankan oleh suatu perusahaan, tentulah memiliki beberapa. Tujuan pendirian dapat dirasakan oleh pemilik, masyarakat dan pemerintah.

 Tujuan yang ingin dicapai oleh pemilik dan manajemen.

1)    Pemilik perusahaan  menginginkan keuntungan yang optimal atas usaha yang dijalankan. Mengapa?  Karena setiap pemilik menginginkan modal yang telah ditanamkan dalam usahanya segera cepat  kembali. Disamping itu pemilik juga mengharapkan  adanya hasil atas modal yang ditanamkannya sehingga mampu memberikan tambahan modal (investasi baru) dan kemakmuran bagi pemilik dan seluruh karyawannya.

Baca juga: Materi Seputar Manajemen

2)   Pemilik menginginkan bahwa usaha yang dijalankan nantinya tidak hanya untuk satu periode kegiatan saja. Artinya pemilik menginginkan usaha yang dijalankan memiliki umur yang panjang untuk beberapa periode ke depan dan bukan seumur jagung. Bahkan bila perlu pemilik menginginkan perusahaannya hidup sampai beberapa turunan.

3)   Perusahaan tetap mampu untuk menghasilkan atau menyediakan berbagai jenis barang dan jasa untuk kepentingan masyarakat umum. Tersedianya barang dan jasa juga berarti mampu memberikan kemakmuran bagi masyarakat, tentu saja kemakmuran bagi pemilik usaha.

Bagi pemerintah, jika produk yang dihasilkan dapat diekspor, akan diperoleh devisa sebaliknya, pemerintah dapat menghemat devisa jika dapat menanggulangi atau mengganti produk yang semula masih diimpor.

4)   Keempat usaha yang dijalankan akan dapat membuka lapangan kerja bagi masyarakat, baik yang berada dalam lingkungan perusahaan (yang bekerja dalam perusahaan) maupun lingkungan luar perusahaan (pabrik).


Agar tujuan tersebut dapat dicapai, manajemen perusahaan  harus mampu membuat perencanaan  yang tepat dan akurat. Kemudian pelaksanaan dilapangan harus dilakukan secara baik dan benar sesuai dengan rencana yang telah disusun.

Di samping itu, manajemen harus mampu mengawasi dan mengendalikan kegiatan usaha yang dijalankan apabila terjadi penyimpangan.



Saturday, 9 March 2019

March 09, 2019

Review Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia "The Impact of Entrepreneurial Orientation on Business Performance: A Study of Technology-based SMEs in Malaysia"


The Impact of Entrepreneurial Orientation on BusinessPerformance: A Study of Technology-based SMEs in Malaysia

Tahun 2013
Azlin Shafinaz Arshada, Amran Rasli,  Afiza Azura Arshad, Zahariah Mohd Zain,

ABSTRAK


Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari orientasi kewirausahaan (EO) yang diwakili oleh lima dimensi dan kinerja bisnis. Sebuah teknik simple random sampling diadopsi di mana hanya seratus UKM berbasis teknologi di Malaysia menanggapi kuesioner survei dan total delapan puluh delapan tanggapan dianggap dapat digunakan. Alat statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data khusus Pearson korelasi product moment dan analisis regresi.


TINJUAN LITERATUR

·         Proaktif mencerminkan tindakan perusahaan dalam memanfaatkan dan mengantisipasi peluang yang muncul dengan mengembangkan dan memperkenalkan serta membuat perbaikan terhadap produk (Lumpkin dan Dess, 1996)

·         Dalam mengukur kinerja bisnis, langkah-langkah subjektif dan dilaporkan sendiri oleh pemilik / pengelola akan dimanfaatkan yang konsisten dengan studi sebelumnya (Covin dan Slevin, 1989; Smart dan Conant, 1994). Seperti yang disarankan oleh Ksatria (2000), sebagian besar studi sebelumnya telah mengadopsi langkah-langkah yang dilaporkan sendiri untuk mengumpulkan data kinerja bisnis yang telah terbukti dapat diandalkan.

Selain itu, Yang (2008) menegaskan bahwa informasi publik adalah 48 Azlin Sha fi naz Arshad et al. / Procedia - Sosial dan Ilmu Perilaku 130 (2014) 46-53 tidak dapat diandalkan karena sebagian besar perusahaan adalah swasta dan mereka tidak memiliki kewajiban hukum untuk mengungkapkan informasi. Menurut Wiklund (1999), pertumbuhan dan kinerja keuangan adalah pengukuran kinerja umum. Dengan demikian, peneliti akan mengadopsi pengukuran kinerja tersebut dalam penelitian ini.

·         Hubungan antara kinerja EO dan perusahaan telah menjadi subjek utama yang menarik di literatur masa lalu. Menurut Rauch, Wiklund, Lumpkin dan Frese (2009), kemungkinan bagi perusahaan mengadopsi EO untuk melakukan lebih baik daripada perusahaan yang mengadopsi orientasi konservatif. Awalnya, orang bisa mempertanyakan pentingnya EO untuk keberhasilan perusahaan. Dengan demikian, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa EO secara signifikan dapat meningkatkan kinerja bisnis (Covin dan Slevin, 1991; Lumpkin dan Dess, 1996; Wiklund dan Shepherd, 2005; Covin dan Slevin 1989; Lumpkin dan Dess,

METODE PENELITIAN


Metode kuantitatif diadopsi dalam penelitian ini menggunakan kuesioner survei. Daftar perusahaan berbasis teknologi diperoleh dari Malaysia Pusat Pengembangan Teknologi (MTDC), sebuah lembaga yang dipercayakan oleh pemerintah Malaysia dalam mengawasi perkembangan perusahaan berbasis teknologi dan pada saat yang sama memberikan bantuan keuangan. Para peneliti kemudian memiliki mempersempit daftar dengan mengidentifikasi manufaktur UKM berbasis teknologi sesuai dengan definisi UKM dengan UKM Corp untuk memastikan keterwakilan penelitian. Sebanyak 150 kuesioner dibagikan kepada UKM berbasis teknologi menggunakan metode simple random sampling. Namun, hanya 100 perusahaan menanggapi survei di mana 88 dianggap masih menghasilkan digunakan dalam tingkat respon 58,6 persen. Menurut (1975) Aturan Roscoe praktis, ukuran sampel antara 30 dan 500 sudah cukup. Responden adalah manajemen puncak UKM berbasis teknologi karena pengetahuan dan keahlian mereka dalam hal operasi dan arah perusahaan. Selain itu, mereka adalah individu yang paling informasi tentang keseluruhan kegiatan operasional perusahaan (Yang, 2008).

HASIL

Temuan penelitian ini didasarkan pada kuesioner survei dari UKM berbasis teknologi dari kedua sektor jasa manufaktur dan. Usaha kecil mewakili sebagian besar responden dengan bioteknologi sebagai industri utama terbatas di UKM berbasis teknologi. Hal ini berlaku di mana sektor bioteknologi Malaysia didominasi oleh UKM (Biotechnology Information Center, Malaysia, 2001). Sebagai tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menentukan dampak dari orientasi kewirausahaan (EO) yang diwakili oleh lima dimensi dan kinerja bisnis, beberapa analisis dilakukan. Dari analisis korelasi, temuan menunjukkan ada media untuk korelasi kecil antara variabel. 

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa hanya empat dimensi Lumpkin dan Dess (1996) EO memiliki pengaruh terhadap kinerja bisnis; inovasi, proaktif, mengambil risiko dan
agresivitas kompetitif sementara tidak ada korelasi yang ditemukan pada otonomi dalam konteks UKM berbasis teknologi di Malaysia. Mengingat bahwa studi tentang UKM berbasis teknologi sering diabaikan oleh banyak peneliti, penelitian ini mencoba untuk mendekati sector ekonomi karena juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Malaysia. Selain, hanya melihat kinerja bisnis dari persepsi atas manajemen selama waktu tertentu, temuan penelitian ini mungkin terbatas. persepsi manajemen puncak mungkin berbeda berdasarkan sifat operasi .

Oleh karena itu, harus hati-hati dalam menafsirkan hasil. Selain itu, ukuran sampel yang relatif kecil dan sifat eksplorasi penelitian dapat bias hasil.Studi masa depan harus menggunakan sampel yang lebih besar untuk memvalidasi hasil ini. Selain itu, penelitian ini terbatas pada konteks Malaysia saja. Oleh karena itu, dianjurkan bahwa penelitian serupa yang dilakukan di negara-negara berkembang lainnya juga. Karena pentingnya peran untuk menciptakan ekonomi holistik, penelitian yang komprehensif juga bisa dilakukan di masa depan dengan menggunakan dimensi lain seperti gaya kepemimpinan.